Selasa, 25 Maret 2014

KATA SANDANG A, AN, DAN THE

Baiklah.Sekarang, kita langsung masuk ke materi. Apa yang akan kita pelajari untuk pertama kali ?

Kita akan mempelajari kata sandang a, an, dan the. Kata sandang ini di gunakan menerangkan kata benda. Kata sandang a digunakan untuk menyatakan sebuah kata benda tunggak yang berawalan huruf konsonan dalam bahasa inggris.
Contoh :
  • a book (sebuah buku)
  • a man (seorang pria)
  • a latter (sepucuk surat)
  • a cat (seekor kucing)
Kata sandang an digunakan untuk menyatakan kata benda tunggal yang ucapannya berawalan dari huruf vokal dalam bahasa Inggris.
Contoh :
  • an apple (sebuah apel)
  • an old car (sebuah mobil tua)
  • an egg (sebutir telur)
  • an elephant (seekor gajah)
Kata sandang the di gunakan merujuk objek atau subjek tertentu yang sudah pasti atau khusus. Berebeda dengan kata sandang a dan an yang masih bersifat umum, kata sandang the lebih spesifik. 
Contoh :
  • The book (Buku itu)
  • The man (Pria itu)
  • The letter (Surat itu)
  • The cat (Kucing itu)
  • The apple (Apel itu)
  • The old car (Mobil tua itu)
  • The egg is broken (Tekur itu)
  • The elehant is in his cage (Gajah itu)
Pelajari terus contoh-contoh kata sandang yang lain dari berbagai buku. Jadi jangan terpaku dengan contoh-contoh yang ada disini saja. 

Rabu, 13 Maret 2013

Perbedaan Karya Ilmiah, Non Ilmiah, dan Semi Ilmiah



A.   Karya Ilmiah
Karya ilmiah atau dalam bahasa Inggris (scientific paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

Ciri-ciri karangan ilmiah :

Objektif.
Keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memvertifikasi) kebenaran dan keabsahannya.

 Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.

Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.

Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.

Menyajikan Fakta (bukan emosi atau perasaan).
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.

Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat. Kata-katanya jelas atau tidak berbelit- belit (langsung tepat menuju sasaran).
Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.

Contoh :
karangan ilmiah diantaranya adalah skripsi, tesis, disertasi, makalah.

B.   Karangan Non Ilmiah
Karangan non ilmiah sangat bervariasi topic dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum, ditulis berdasarkan fakta pribadi, umumnya bersifat subyektif, gaya bahasanya bias konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan popular.

Karangan non ilmiah bersifat:

Emotif
            kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.

Persuasif
 penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.

 Deskriptif
 pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.

 Kritik tanpa dukungan bukti.

Contoh :
karya non ilmiah diantaranya cerpen, puisi, novel, komik

C.   Karangan semi Ilmiah
Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semi-ilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semi-ilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semi-ilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semi-ilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semi-ilmiah.
Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi-ilmiah antara lain artikel, feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.Pertama, karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri. Kedua, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

Contoh :
Manga, merupakan sebutan untuk komik di Jepang. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan komik masuk pertama kali ke Jepang, tetapi pada mulanya komik Jepang adalah peniruan dari film animasi Walt Disney oleh Ozamu Tezuka (1928-1989) dan merupakan cikal bakal dari komik Jepang modern. Beliau mengekspresikan gerakan film-film animasi Walt Disney ke dalam komik Jepang. Karya-karya beliau setelah akhir perang dunia II membuka era baru untuk komik Jepang.

Selasa, 12 Maret 2013

Penulisan Ilmiah

Galau PI Part II

Lagi-lagi masih soal PI nih coy, bingung tingkat se kota depok nih gue. OMG, beberapa referensi udah gue dapet, dan Alhamdulillah yang mau gue buat juga udah. Tapi, Cuma materi/analisanya doang, ga ada rangkaiannya, sedangkan yang gw cari kan gambar rangkaiannya.

Terus gimana dong nih ? ini nih yang paling buat gue berat untuk buat alat/robot, gue bingung coy gambar rangkaiannya, tapi sebenarnya juga berat di kantong sih, maklum anak kos,heeheh. Oke, tapi untuk sekarang ini gue ga mau mikirin kantong dulu, yang perlu gue fokuskan adalah gambar rangkaiannya.

Seminggu lagi PI coy, galau benar-benar galau gue. Sebenarnya sih nanti ada dosen pembimbingnya, tapi tetap aja idenya harus dari kita juga, apa lagi kalau nanti gue dapet dosen pembimbing yang sibuk atau biasanya sih kalau mahasiswa nyebutinnya dosen kiler. Mati gue, tapi gue harap sih ga.

Kembali lagi ke PI, idenya sih uda ada tapi gambar rangkaiannya sangat membingungkan gue. Kalau gambar rangkaiannya udah jadi mah gampang, tinggal ngerangkai doang. tapi harus perlu di ingat nih, buat rangkaian suatu alat/robot itu ga boleh sampai salah, kalau ada yang error dikit aja ga bakal bisa jalan tu alatnya. Makanya harus benar-benar di pikirin mateng-mateng, pasti pada ga mau dong udah cape-cape buat terus pada saat sidang ternyata alatnya gagal dan ga bisa lanjut sidang, wah tiu mah gedeg banged tuh.

Coy, bingung banged nih gue. Analisa apa alat yah ???

Penulisan Ilmiah


Galau PI (Penulisan Ilmiah)

Semester 6, semester paling sibuk menurut gue. Waktu semester 1-5 masih nyantai banged kuliahnya, ga terlalu banyak yang dipikirin. Tapi semester ini banyak banged yang di pikirin, di mulai dari jadwal kuliah yang padat, praktikum bertambah, dan belum lagi harus mikirin PI. Nah ini nih yang paling utama dipikirin di semester 6 apa lagi kalau bukan PI, bingung coy mau ngapain.

Kalau semester 1-5 masih bisa nyantai, sekarang mahasiswa tingkat 3 semester 6 lagi pada galau-galaunya nih milih judul PI, sebenarnya kalau menurut gue yah judulnya ga terlalu galau coy, tapi yang membingungkan dan selalu terbayang-bayang di pikiran setiap mahasiswa/i adalah “ gue mau buat apa nih” sejauh ini sih itu kata yang paling banyak gue dengar dari teman-teman gue, dan bahkan gue sendiri juga bingung mau buat apa.

Secara gue jurusan Sistem Komputer gitu, cewe lagi. yang kuliah di kampus gue pasti tau lah jurusan gue itu di dominannya sama cowo. Dan kita itu lebih fokus ke hardware, nah ini dia nih yang buat gue bingung banged, mau buat apa gue ? buat alat ? alat apa ? trus kalau gue buat analisa kayanya ribet banged deh, soalnya baru beberapa hari yang lalu gue baru habis ikut seminar yang di adain sama fakultas gue, nah pembicaranya itu kaka tingkat yang udah lulus skripsi dan ada juga yang baru lulus dan uda dapat gelar sarjana.

Disana mereka di suruh presentasiin skripsinya buat kita, 3 pembicara pertama udah presentasiin skripsinya tuh, kebetulan mereka buat alat/robot coy, keren-keren banged alat/robotnya. Tapi pas ke pembicara terakhir, ternyata dia analisa, eh buset panjang banged. Udah gitu teori semua lagi. sejenak gue berpikir, yang tadinya gue pengen buat analisa tiba-tiba bruuuukkk ancur, ga jadi. Ribet coy.

Sekarang gue galau lagi, galau dan benar-benar galau.  Kalau galau karena putus cinta mah biasa yah bisa di cari lagi “lho”,heehhe.. tapi ini galaunya beda coy, kalau semester ini gue ga lulus PI berarti gw harus nunda lagi satu semester, dan itu benar-benar ga boleh terjadi. Kembali ke topik, dan akhirnya sekarang gue memutuskan untuk buat alat, tapi tetap aja masih galau, mau buat alat apa nih gue ? hmmm,, benar-benar galau.

Dan untuk di ingat bahwa yang galau bukan gue aja yah, tapi semua mahasiswa semester 6 yang lagi dalam proses penulisan PI, termasuk mahasiswa tingkat akhir yang lagi gala-galaunya milih judul skripsi, terkahir kemaren gue dengar waktu seminar sampai sekarang belum ada yang ngajuin proposal skripsi.

Udah dulu yah curhatnya, gue mau lanjut nyari-nyari referensi PI dulu. Siapa tau gue dapat ilham, eh tapi bukan ilham teman, pacar, atau keluarga kalian yah. Tapi ilham dari yang diatas coy, ok udah dulu yah, kalau ada yang mau bantuin gue, dengan senang hati akan gue terima. Ngarep !!!


Senin, 11 Maret 2013

Penalaran Deduktif dan macam-macamnya


PENALARAN DEDUKTIF

1.      Pengertian Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif dikembangkan oleh aristoteles, thales, pythagoras dan  para filsuf Yunani lainnya dari Periode Klasik (600-300 SM.) Aristoteles, misalnya, menceritakan bagaimana Thales menggunakan kecakapannya untuk mendeduksikan bahwa musim panen zaitun pada musim berikutnya akan sangat berlimpah. Karena itu ia membeli semua alat penggiling zaitun dan memperoleh keuntungan besar ketika panen zaitun yang melimpah itu benar-benar terjadi.
Penalaran deduktif tergantung pada premisnya. Artinya, premis yang salah mungkin akan membawa kita kepada hasil yang salah, dan premis yang tidak tepat juga akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat. 
Alternatif dari penalaran deduktif adalah penalaran induktif. Perbedaan dasar di antara keduanya dapat disimpulkan dari dinamika deduktif tengan progresi secara logis dari bukti-bukti umum kepada kebenaran atau kesimpulan yang khusus; sementara dengan induksi, dinamika logisnya justru sebaliknya. Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.
Penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umu. Dengan memikirakan fenomena bagaimana apel jatuh dan bagaimana planet-planet bergerak, Isaac Newton menyimpulkan teori daya tarik. Pada abad ke-19, Adams dan LeVerrier menerapkan teori Newton (prinsip umum) untuk mendeduksikan keberadaan, massa, posisi, dan orbit Neptunus(kesimpulan-kesimpulan khusus) tentang gangguan (perturbasi) dalam orbit Uranus yang diamati (data spesifik).
Penalaran deduktif Penalaran Deduktif Sebagai suatu istilah dalam penalaran, deduktif / deduksi adalah merupakan suatu proses berpikir (penalaran) yang bertolak dari sesuatu proposisi yang sudah ada, menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan. Dari pengalaman-pengalaman hidup kita, kita sudah membentuk bermacam-macam proposisi, baik yang bersifat umum maupun bersifat khusus. Proposisi baru itu tidak lain dari kesimpulan kita mengenai suatu fenomena yang telah kita identifikasi dengan mempertalikannya dengan proposisi yang umum. Dalam penalaran deduktif, penulis tidak perlu mengumpulkan fakta-fakta. Yang perlu baginya adalah suatu proposisi umum dan suatu proposisi yang mengidentifikasi suatu peristiwa khusus yang bertalian dengan suatu proposisi umum tadi. Bila identifikasi yang dilakukannya itu benar, dan kalau proposisinya itu juga benar, maka dapat diharapkan suatu kesimpulan yang benar.
Uraian mengenai proses berpikir deduktif ialah seperti silogisme kategorial, entimem, rantai deduksi, silogisme alternatif, silogisme hipotesis dan sebagainya. Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Contoh :
Sebuah sistem generalisasi.
Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Deduktif ialah proses pemikiran yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus.
Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme, yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi).

2. Silogisme
Silogisme adalah suatu pengambilan kesimpulan dari dua macam keputusan (yang mengandung unsur yang sama dan salah satunya harus universal), suatu keputusan yang ketiga yang kebenarannya sama dengan dua keputusan yang mendahuluinya.

A. Silogisme Hipotetik
             Adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik yang menetapkan atau mengingkari terem antecindent atau terem konsecwen premis mayornya . Sebenarnya silogisme hipotetik tidak memiliki premis mayor maupun primis minor karena kita ketahui premis mayor itu mengandung terem predikat pada konklusi , sedangkan primis minor itu mengandung term subyek pada konklusi .
             Pada silogisme hipotetik term konklusi adalah term yang kesemuanya dikandung oleh premis mayornya, mungkin bagian anteseden dan mungkin pula bagian konsekuensinya tergantung oleh bagian yang diakui atau di pungkiri oleh premis minornya. Kita menggunakan istilah itu secara analog , karena premis pertama mengandung permasalahan yang lebuh umum , maka kita sebut primis mayor , bukan karena ia mengandung term mayor. Kita menggunakan premis minor , bukan karena ia mengandung term minor , tetapi lantaran memuat pernyataan yang lebih khusus.

Macam tipe silogisme hipotetik :

    a) Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti :
        Jika hujan, saya mengenakan jas hujan.
        Sekarang hujan.
        Jadi saya mengenakan jas hujan.
    b) Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekwensinya, seperti :
        Bila hujan, air sungai akan meluap.
        Sekarang air sungai telah meluap.
        Jadi hujan telah turun.
    c) Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecendent, seperti :
        Jika Nurdin Halid tidak mundur, maka kerusuhan akan timbul.
        Nurdin Halid mundur.
        Jadi kerusuhan tidak akan timbul.
    d) Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekwensinya, seperti :
        Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
        Pihak penguasa tidak gelisah.
        Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.

B. Silogisme Alternatif

Bentuk Silogisme Alterantif :
    - Memiliki premis mayor dan premis minor.
    - Premis mayor menggunakan ungkapan alternatif.
    - Premis minor menolak salah satu pilihan.
    - Memiliki satu konklusi.

    Misal :
Premis mayor   : A atau B
Premis minor    : Bukan A
Konklusi          : B

Premis mayor   : A atau B
Premis minor    : Bukan B
Konklusi          : A

3. Entimen

Pengertian Entimen
Entimen ialah silogisme yang dipendekkan.
    Contoh :
        Manusia pasti akan mati karena manusia adalah makhluk hidup

Hukum-hukum Silogisme

A. Prinsip-prinsip Silogisme kategoris mengenai term:
1.   Jumlah term tidak boleh kurang atau lebih dari tiga
2.   Term menengah tidak boleh terdapat dalam kesimpulan
3.   Term subyek dan term predikat dalam kesimpulan tidak boleh lebih luas daripada dalam premis.
4.   Luas term menengah sekurang-kurangnya satu kali universal.

B. Prinsip-prinsip silogisme kategoris mengenai proposisi.
1.   Jika kedua premis afirmatif, maka kesimpulan harus afirmatif juga.
2.   Kedua premis tidak boleh sama-sama negatif.
3.   Jika salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga (mengikuti proposisi yang paling lemah)
4.   Salah satu premis harus universal, tidak boleh keduanya pertikular.

Nama : Muchlisa Renhoat
NPM : 24110534
Kelas : 3KB04
Tugas Bahasa Indonesia 2 (softskill)

Sabtu, 09 Maret 2013

Penlaran Induksi dan Penalaran Induktif



Pengertian Penalaran Induksi dan induktif
1.    Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses pemikiran untuk memperoleh kesimpulan yang logis berdasarkan fakta yang relevan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses penafsiran fakta sebagai dasar untuk menarik kesimpulan .Penalaran bisa juga diartikan sebagai proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk suatu proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui, Proses proposisi inilah yang disebut penalaran.
Melalui proses penalaran, kita dapat sampai pada kesimpulan yang berupa asumsi, hipotesis atau teori. Penalaran disini adalah proses pemikiran untuk memperoleh kesimpulan yang logis berdasarkan fakta yang relevan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses penafsiran fakta sebagai dasar untuk menarik kesimpulan
a.      Penalaran Induksi
Induksi adalah  proses berpikir di dalam akal kita dari pengetahuan tentang kejadian atau peristiwa-peristiwa dan hal-hal yang lebih kongkrit dan khusus untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih umum seperti :
•           Besi di panaskan memuai
•           Seng di panaskan memuai
•           Emas di panaskan memuai
•           Perak di panaskan memuai
•           Besi, Seng, Emas dan Perak adalah logam
•           Jadi : Setiap logam yang di panaskan akan memuai.



Cara penalaran Induksi ada dua keuntungan adalah sebagai berikut :
1.        Kita dapat berpikir secara ekonomis meskipun ekperimen kita terbatas pada beberapa kasus indivudual
2.        Pernyataan yang di hasilkan melalui cara berpikir Induksi memungkinkan proses penalaran selanjutnya baik secara Induktif dan Deduktif.
b.   Penalaran Induktif
1. Pengertian Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum.
Contoh penalaran induktif :
Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Kucing berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Sapi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
 Kesimpulan : semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.

2. Macam – Macam Penalaran Induktif
Macam-macam penalaran induktif diantaranya:
Generalisasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.
Contoh generalisasi :
Pemakaian bahasa Indonesia deseluruh daerah diindonesia dewasa ini belum dapat dikata seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan terlihan dengan mudah. Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Diungkapkan persurat kabaran, radio, dan TV pemakaian bahasa indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta – fakta diatas menunjukan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan
Macam – macam generalisasi :
•      Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.
•      Generalisasi tidak sempurana
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.
Analogi
Analog adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaanya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya.
Contoh Analogi:
Kita banyak tertarik dengan planel mars, karena banyak persamaannya dengan bumi kita. Mars dan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atsmosfir seperti bumi. Temperaturnya hampir sama dengan bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada. Caranya mengelilingi matahari menyebabkan pula timbulanya musim seperti bumi. Jika bumi ada mahluk. Tidaklah mungkin ada mahluk hidup diplanet Mars.

Sebabb akibat
Proses penalaran berdasarkan hubungan ketergabungan antargejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat-sebab, atau sebab – akibat-akibat.
Contoh : Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

Nama : Muchlisa Renhoat
NPM : 24110534
Kelas : 3KB04
Tugas Bahasa Indonesia 2



Sabtu, 26 Januari 2013

Kutipan, Abstark, Daftar Pustaka.



KUTIPAN 
Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh tanda kutip.

Manfaat kutipan
1. untuk menegaskan isi uraian
2. untuk membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan yang dibuat oleh penulis
 3. untuk mencegah penggunaan dan pengakuan bahan tulisan orang lain sebagai milik sendiri

cara dan contoh :
Kutipan langsung
Kutipan langsung pendek
Kutipan langsung panjang
Kutipan tak langsung

Contoh  Kutipan :  
1. Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3).

Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis. 

ABSTRAK

Abstrak merupakan bentuk mini dari sebuah tulisan ilmiah. Sebuah abstrak yang baik memiliki komponen tertentu yang harus dicantumkan di dalamnya. Komponen-komponen tersebut pun harus ditempatkan dengan urutan tertentu. 

TUJUAN Abstrak antara lain adalah :
1.   Membantu seseorang yang sibuk untuk dapat mengetahui suatu artikel, hasil penelitian, berita yang terbaru tanpa harus membaca full text.
2.   Menghemat waktu, tenaga dan biaya
3.   Membantu dalam memecahkan masalah dalam penguasaan bahasa
4.   Dapat dipakai sebagai pengganti artikel asli
5.   Sebagai salah satu alat kelengkapan dalam penelusuran surut / pencarian informasi
6.   Sarana untuk membuat indeks

Cara :
1. Membaca, mencari dan  menemukan ide pokok (retrieval reading)
2. Membaca secara kreatif (creative reading)
3. Membaca secara kritis (critical reading)

Contoh :
Penelitian ini bertujuan menyusun program komputer untuk mengetahuiperbedaan kecepatan antara metode Biseksi dan metode Regula Falsi dalam menyelesaikan persamaan non-linear ditinjau dari banyaknya iterasi dengan menggunakan bahasa pemrograman Turbo Pascal. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, kemudian diimplementasikan ke dalam program komputer.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah : 1) mengidentifikasi masalah,2) menentukan solusi, 3) membuat diagram alir, 4) menulis program, 5) mengujiprogram dan 6) menulis dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah programkomputer dengan bahasa Turbo Pascal yang digunakan untuk menyelesaikanpersamaan non-linear menggunakan metode Biseksi dan metode Regula Falsiserta mengetahui perbedaan kecepatan antara metode Biseksi dan metode RegulaFalsi dalam menyelesaikan persamaan non-linear ditinjau dari banyaknya iterasi.

DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka  merupakan sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan

Manfaat :
1.    Memberikan arah bagi pembaca buku jika ingin meneruskan kajian terhadap karya tulis yang bersangkutan 
2.     
Cara:
1. Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan alfabet, berturut-turut dari atas ke bawah, tanpa menggunakan angka arab (1,2,3, dan seterusnya).
2. Cara penulisan daftar pustaka sebagai berikut:
a. Tulis nama pengarang (nama pengarang bagian belakang ditulis terlebih dahulu, baru nama depan)
b. Tulislah tahun terbit buku. Setelah tahun terbit diberi tanda titik (.)
c. Tulislah judul buku (dengan diberi garis bawah atau cetak miring). Setelah judul buku diberi tanda titik (.).
d. Tulislah kota terbit dan nama penerbitnya. Diantara kedua bagian itu diberi tanda titik dua (:). Setelah nama penerbit diberi tanda titik
3. Apabila digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama pengarangnya, maka
sumber dirilis dari buku yang lebih dahulu terbit, baru buku yang terbit kemudian. Di
antara kedua sumber pustaka itu dibutuhkan tanda garis panjang.
4. Untuk penulisan daftar pustaka yang berasal dari internet ada beberapa rumusan pendapat :
a. Menurut Sophia (2002), komponen suatu bibliografi online adalah:
• Nama Pengarang
• Tanggal revisi terakhhir
• Judul Makalah
• Media yang memuat
• URL yang terdiri dari protocol/situs/path/file
• Tanggal akses
b. Winarko memberikan rumusan pencantuman bibliografi online di daftar pustaka sebagai berikut:
- Artikel jurnal dari internet: Majalah/Jurnal Online
Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (dengan singkatan
resminya), nomor, volume, halaman dan alamat website.
*) Nama majalah online harus ditulis miring
- Artikel umum dari internet dengan nama
Penulis, tahun, judul artikel, [jenis media], alamat website (diakses tanggal …).
*) Judul artikel harus ditulis miring
- Artikel umum dari internet tanpa nama
Anonim, tahun, judul artikel, [jenis media], alamat website (diakses tanggal …).
*) “Anonim” dapat diganti dengan “_____”. Judul artikel harus ditulis miring
Perhatikan contoh penulisan daftar pustaka
Baradja, M.F. 1990, Kapita Selecta Pengajaran Bahasa. Malang: Penerbit IKIP Malang.
Damono, Sapardi Joko. 1979. Novel Sastra Indonesia Sebelum Perang.Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Hermans, B., 2000, Desperately Seeking: Helping Hands and Human Touch, [online], (http://www.hermans.org/agents2/ch3_1_2.htm, diakses tanggal 25 Juli 2008 )
5. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku, pertama; penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan, kedua; tahun pembuatan atau penerbitan buku, ketiga; judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik), keempat; tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik dua), dan kelima; penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik). Seperti contoh dibawah ini:
Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo.
6.Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama. Pertama tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua / ketiga ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada perubahan, yang berubah penulisannya hanya orang pertama sedangkan orang kedua dan ketiga tetap. Setelah penulisan nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan (&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja, setelah penulisan nama selesai, Kedua; tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ ( )] setelah itu beri (tanda titik). Ketiga; judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis dengan huruf miring ok. keempat; yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri (tanda titik dua : ) dan terakhir kelima; nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri (tanda titik) ok. Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar pustaka.
Contoh: 
Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.
sumber: 

id.wikipedia.org

http://www.m-edukasi.web.id/2012/06/kutipan-karya-tulis-ilmiah.html

https://sites.google.com/site/tulisanilmiah/rangka-tulisan-ilmiah/abstrak

http://yuni_yuven.blog.undip.ac.id/2010/10/27/abstraksi-dan-indeksi-materi-matrikulasi/

http://berita-terhangat.blogspot.com/2012/11/contoh-abstrak-skripsi.html

http://irfanwineers.wordpress.com/2012/03/02/cara-penulisan-referensi-daftar-
pustaka-pada-thesis-atau-laporan-ilmiah-lainnya/

http://kangmoes.com/artikel-tips-trik-ide-menarik-kreatif.ulasan/daftar-pustaka.html